Pendidikan Anak Luar Biasa

Sunday, October 30, 2016 khairunnisa mustapa 0 Comments

MAKALAH PROFESI KEGURUAN


Description: https://sajakantigalau.files.wordpress.com/2012/01/logo-unm.jpg


OLEH : KELOMPOK V


1.      HERAWATI MUSLIMIN                       (1413442017)
2.      KHAIRUNNISA M.                                (1413440025)
3.      MARIELLAH OKTAFRILLY L.           (1413442003)
4.      NURUL ILMI                                          (1413441013)























JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016


BAB I
A.    Karakteristik dan Pembelajaran Anak Luar Biasa
1.      Karakteristik Anak luar biasa
Pada umumnya lembaga pendidikan di Indonesia pada saat ini belum dapat memenuhi berbagai tuntutan masyarakat. Walaupun telah cukup lama dicanangkan tentang program pendidikan. Sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan di tingkat dasar memang telah terselenggara hampir di seluruh pelosok tanah air. Lembaga inilah sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia. Melalui lembaga ini pula hampir seluruh anak usia sekolah mengawali pendidikan formal, tanpa terkecuali. Pada hal, tidak semua anak usia sekolah mampu mengikuti proses pembelajaran di SD. Mungkin di antara anak-anak usia sekolah tersebut ada anak-anak luar biasa yang sebenarnya memerlukan pelayanan dan lembaga pendidikan khusus. Namun seperti kita ketahui bersama, mungkinkah pemerintah dapat menyediakan pelayanan tersebut? Dampak dari keadaan yang demikian itu menyebabkan sekolah dasar biasa tidak dapat menolak kehadiran anak luar biasa. Sebagai guru SD kiranya perlu memahami gejala-gejala anak luar biasa. Berikut ini akan diuraikan gejala-gejala/karakteristik anak luar biasa yang kemungkinan berada di sekolah biasa. Karakteristik Anak Berbakat Karakteristik anak berbakat dapat ditinjau dari segi akademik, sosial/ emosi, dan fisik/kesehatan.
a.       Karakteristik Akademik
Dari segi akademik, anak berbakat antara lain dapat diketahui dari gejala-gejala berikut.
1)      memiliki ketekunan dan rasa ingin tahu yang besar
2)      keranjingan membaca
3)      menikmati sekolah dan belajar
b.        
Beberapa ciri individu yang memiliki keberbakatan sosial
1)      diterima oleh mayoritas lingkungan
2)      keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial
3)      kepemimpinannya diakui
4)      tidak defensif, memiliki tenggang rasa
5)      mampu mengontrol ekspresi emosionalnya
6)      mampu menanggulangi siuasi sosial
c.       Karakteristik Fisik/Kesehatan
Dalam segi fisik, anak berbakat memperlihatkan hal-hal sebagai berikut.
1)      memiliki penampilan menarik dan rapi
2)      kesehatan di atas rata-rata
·         Karakteristik Anak Tunagrahita
Berdasarkan adaptasi dari James D Page, secara umum karakteristik anak tunagrahita adalah sebagai berikut.
a.       Akademik
1)      kapasitas belajar sangat terbatas
2)      lebih banyak belajar membeo, tanpa pengertian
3)      malas berpikir
4)      sulit memusatkan perhatian
5)      cepat lupa
b.      Sosial/emosi
1)      tak dapat mengurus diri sendiri
2)      cenderung bergaul dengan anak yang lebih muda
3)      kehidupan penghayatannya terbatas
             Jenis karakteristik anak tunagrahita yaitu sebagai berikut:
a.       Karakteristik Khusus Anak Tunagrahita
Karakteristik khusus anak tunagrahita adalah karakteristik yang dibedakan menurut tingkat ketunagrahitaannya.
1)      Karakteristik Tunagrahita Ringan
a)      mampu belajar membaca, menulis dan berhitung sederhana
b)      usia 16 tahun tingkat kecerdasannya sama dengan anak kelas tiga/ lima SD
c)      kematangan belajar membaca dicapai pada usia 9 s/d 12 tahun
d)     dapat bergaul dan mampu mengerjakan pekerjaan ringan
2)      Karakteristik Tunagrahita Sedang
a)      tidak mampu mempelajari pelajaran akademik
b)      perkembangan bahasa terbatas
c)      berkomunikasi dengan beberapa kata
d)     mampu menulis nama sendiri, nama orang tua dan alamat
e)      mengenal angka tanpa pengertian
f)       dapat dilatih bersosialisasi
g)      mampu mengenali bahaya
h)      tingkat kecerdasan setara anak usia 6 tahun
3)      Karakteristik Anak Tunagrahita Berat dan Sangat Berat
a)      selalu tergantung pada orang lain
b)      tak mampu mengurus diri sendiri
c)      tidak mengenali bahaya
d)      tingkat kecerdasannya setara anak usia 4 tahun
b.      Karakteristik Anak Tunagrahita pada Masa Sekolah
Anak tunagrahita yang masuk pada usia sekolah biasanya masuk di SD biasa. Oleh karena itu kita perlu mengenali gejala-gejala anak tunagrahita pada masa ini. Gejala-gejala tersebut antara lain :
1)      mengalami kesulitan belajar pada hampir semua mata pelajaran
2)      prestasi rendah
3)      kebiasaan kerja tidak baik
4)      tidak dapat konsentrasi
5)      kemampuan motorik kurang
6)      perkembangan bahasa jelek
7)      kesulitan menyesuaikan diri
·         Karakteristik Anak Tunalaras
Karakteristik anak tunalaras berkaitan dengan segi akademik, sosial/emosional, dan segi fisik/kesehatan.
a.       Karakteristik akademik
1)      prestasi belajar di bawah rata-rata
2)      sering melakukan pelanggaran
3)      sering membolos sekolah
4)      sering sakit
5)      sering melakukan pelanggaran hukum

b.      Karakteristik Sosial
1)      sering melanggar aturan budaya, aturan sekolah, dan keluarga
2)      agresif, suka membangkang dan sering mengganggu
3)      melakukan kejahatan
c.       Karakteristik Emosional
1)      sering merasa tertekan dan cemas
2)      gelisah, malu, rendah diri dan sangat sensitive
d.      Karakteristik fisik/kesehatan
1)      adanya gangguan makan, tidur dan gerakan
2)      mudah mendapat kecelakaan, sering cemas
3)      gagap, sering ngompol dan jorok
·         Karakteristik Anak Tunadaksa
a.         Karakteristik akademik
1)      pada anak yang mengalami gangguan otot, tingkat kecerdasan normal
2)      pada anak yang mengalami gangguan sistem cerebral, tingkat kecerdasan tingkat kecerdasannya berentang mulai dari tingkat idiocy sampai dengan gifted
3)       terjadi kelainan persepsi, kognisi dan simbolisasi
b.         Karakteristik sosial/emosional
1)      malas belajar
2)      sering salah suai
3)      mudah tersinggung, rendah diri, pemal
4)       mudah frustasi dan sering menyendiri
c.         Karakteristik fisik/kesehatan
1)      fungsi pancaindera terganggu
2)      kemampuan bicara rendah
3)      fungsi keseimbangan terganggu
4)      sulit melakukan kegiatan dengan gerakan halus
2.      Pembelajaran luar biasa
a.         Pengertian pendidikan luar biasa
Pendidikan Luar Biasa adalah merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses penbelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental social, tapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Selain itu pendidikan luar biasa juga berarti pembebelajaran Yng di rancang khususnya untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik.pendidikan luar biasa akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat di akomodasikan dalam program pendidikan umum.secara singkat pendidikan luar biasa adalah program pembelajaran yang di siapkan untuk memenh kebutuhan unik dari individu siswa.contohnya adalah seorang anak yang kurang dalam pengelihatan memerlikan buku yan hurufnya diperbesar.
Pedidikan luar biasa merupakan salah satu komponen dalam salah satu system pemberian layanan yang kompleks dalam memebantu individu untuk mencapai potensinya secara maksimal.pendidikan luar biasa di ibaratkan sebagai sebuah kendaraan dimana siswa penyandang cacat,meskipun berada di sekolah umum,diberi garansi untuk mendapatkanpendidikan yang secara khusus di rancang untuk membantu mereka mencapai potensi yang maksimal.pendidikan luar biasa tidak di batasi oleh tempat umum pemikiran kontemporer menyarankan bahwa layanan sebaiknya diberikan dilngkungan yang lebih alami dan normal yang sesuai dengan kebutuhan anak.individu-individu penyandag cacat hendaknya dipandang sebagai individu yang sama bukannya berbeda dari teman –teman sebaya lainnya dan yang harus di ingat bahwa pandanglah mereka sebagai  pribadi bukan kecacatannya.
1)      Macam-Macam pendidikan system pendidikan anak luar biasa.
a)      System pendidikan segregasi
Sistem pendidikan dimana anak berkelainan terpisah dari system pendidikan anak normal.penyelenggaraan system pendidikan segregasi dilaksanakan secara khusus dan terpisah dari penyelnggaraan pendidikan untuk anak normal.
Keuntungan system pendidikan segregasi:
                                                                    i.            Rasa ketenangan pada anak luar biasa
                                                                  ii.            Komunikasi yang mudah dan lancer
                                                                iii.            Metode pembelajaran yang khusus sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak. Guru dengan latar belakang pendidikan luar biasa
                                                                iv.            Mudahnya kerjasama dengan multidisipliner.  Sarana dan prasarana yang sesuai.
Kelemahan system pendidikan segregasi:
                                                                   i.              Sosialisasi terbatas
                                                                 ii.              Penyelenggaraan pendidikan yang relative mahal
Bentuk-bentuk system pendidikan segregasi:
                                                                   i.              Sekolah Luar Biasa
                                                                 ii.              Sekolah Dasar Luar Biasa
                                                               iii.              Kelas Jauh/Kelas Kunjung
                                                               iv.              Sekolah Berasrama
                                                                 v.              Hospital School
b)      Sistem pendidikan integrasi
Sistem pendidikan bagi siswa luar biasa yang bertujuan memberikan pendidikan yang memungkinkan anak luar biasa memperoleh kesempatan mengikuti proses pendidikan bersama dengan siswa normal agar dapat mengembangkan diri secara optimal.
Keuntungan system pendidikan integrasi
                                                                    i.            Merasa diakui kesamaan haknya dengan anak normal terutama dalam  memperoleh pendidikan
                                                                  ii.            Dapat mengembangakan bakat ,minta dan kemampuan secara optimal
                                                                iii.            Lebih banyak mengenal kehidupan orang normal
                                                                iv.            Mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi
                                                                  v.            Harga diri anak luar biasa meningkat
                                                                vi.            Dapat menumbuhkan motipasi dalam belajar




B.     Perkembangan Pembelajaran Khusus Pendidikan Luar Biasa
1.      Sejarah perkembangan anak luar biasa
Para ahli sejarah pendidikan biasanya menggambarkan mulainya pendidikan luar biasa pada akhir abad kedelapan belas atau awal abad kesembilan belas.Di Indonesia sejarah perkembangan luar biasa dimulai ketika belanda masuk keindonesia,(1596-1942) mereka memperkenalkan system persekolahan dengan orientasi barat.Untuk pendidikan bagi anak-anak penyandang cacat di buka lembaga –lembaga khusus. Lembaga pertama untuk pendidikan anak tuna netra grahita tahun1927 dan untuk tuna runggu tahun 1930. ketiganya terletak dikota bandung.
Tujuh tahun setelah proklamasi kemerdekaan ,pemerintah RI mengundang-undangkan yang pertama mengenai pendidikan .Mengenai anak-anak yang mempunyai kelainan fisik atau mental ,undang-undang itu menyebutkan pendidikan dan pengajaran luar biasa diberikan dengan khusus untuk mereka yang membutuhkan (pasl 6 ayat 2) dan untuk itu anak-anak tersebut pasal 8 yang mengatakan:semua anak-anak yang sudah berumur 6 tahun berhak dan sudah berumur 8 tahun di wajibkan belajar di sekolah sedikitnya 6 tahun.dengan di berlakukannya undang-undang tersebut   maka sekolah-sekolah baru yang  khusus bagi anak-anak penyandang cacat.termasuk untuk anak tuna daksa dan tuna laras ,sekolah ini disebut sekolah luar biasa(SLB).
Sebagian berdasarkan urutan sejarah berdirinya SLB pertama untuk masing-masing kategori kecacatan SLB itu di kelompokkan menjadi :
(1) SLB bagian A untuk anak tuna netra
(2) SLB bagian B untuk anak tuna rungu
(3) SLB bagian C untuk anak tuna Grahita
(4) SLB bagian D untuk anak tuna daksa
(5) SLB bagian E untuk anak tuna laras
(6) dan SLB bagian F untuk anak cacat ganda


Konsep pendidikan terpadu di perkenalkan di Indonesia pada tahun 1978 yang bertujuan khusus untuk anak tuna netra.
a.      Pasal-pasal yang melandasi pendidikan luar biasa
Seluruh warga Negara tanpa terkecuali apakah dia mempunyai kelainan atau tidak mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan .Hal ini di jamin oleh  UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang mengumumkan ,bahwa ;tiap –tiap warga Negara  berhak mendapat pengajaran.
Pada tahun 2003 pemerintah mengeluarkan undang-undang NO 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional (UUSPN).Dalam undang-undang tersebut di kemukakan hal-hal yang erat hubungan dengan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan pendidikan khusus sebagai berikut:
1.      Bab 1 pasal 1 (18)wajib belajar adalah program pendidikan minimal  yang harus di ikuti oleh warga Negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah  .
2.      Bab II pasal 4 (1) pendidikan dislenggarakan secara demokratis berdasarkan HAM .agama ,cultural dan kemajmukan bangsa.
3.      Bab IV pasal 5(1) setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperolehpendidikan yang bermutu baik yang memiliki kelainan fisik, emosional ,mental,intelektual atau social berhak memperoleh pendidikan khusus
4.      Bab V pasal 12(1)huruf b.mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat ,minat,dan kemampuannya.
5.      Bab VI .bagaian kesebelas .Pendidikan khusus dan pendidikan khusus, pasal 32 (1)pendidikan khusus bagi peserta yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik emosional,mental,social,atau memiliki potensi kecerdasan.
b.      Visi dan Misi perkembangan sekolah luar biasa
Selain dari beberapa perundangan dan persatuan yang dikemukakan diatas,masih ada kebijakan-kebijakan lainya yang berhubungan dengan layanan  pendidikan  bagi anak dengan kebutuhan pendidikan khusus ,salah satunya adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh direktorat pembinaan sekolah luar biasa yang di tuangkan dalam visi dan misi sebagai berikut:
1)      Visi:Terwujudnya pelayanan yang optimal bagi anak kebutuhan khusus sehingga dapat mandiri dan berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
2)      Misi:Memperluas kesempatan bagi semua anak berkebutuhan khusus melalui program segregasi ,terpadu dan inklusi.
3)      Meningkatkan  mutu dan  relevansi pendidikan luar biasa dalam hal pengetahuan ,pengalaman ,atau keterampilan yang memadai.
Berbagai kebijakan yang berhubungan dengan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan pendidikan khusus tidak hanya yang bersifat regional dan nasional ,tetapi juga yang bersifat internasional yaitu:
1)      1993 peraturan standar tentang kesamaan kesempatan untuk orang-orang penyandang cacat (PBB ,dipublikasikan tahun 1994)
2)      1994 salaman tentang pndidikan inklusif (UNESCO,dipublikasikan tahun 1994,laporan terakhir tahun 1995).
3)      2000 kesempatan Dakar tentang pendidikan tentang semua (UNED).
4)      Kecendrungan dalam pendidikan luar biasa
Berikut ini akan di kemukakan beberapa kecendrungan yang secara signifikan mempengaruhi pendidikan luar biasa di bawah ini:
1.      Pendidikan Inklusif
Tidak ada topik dalam pendidikan luar biasa yang mempunyai dampak yang luas atau mengakibatkan banyaknya kontraversi selain inklusi.
Inklusi adalah suatu system yang dapat saling membagi diantara setiap anggota sekolah sebagai masyarakat belajar,guru administrator staf  lainnya siswa,dan orang tua.Inklusi meliputi para siswa gifted dan berbakat ,mereka yang mempunyai resiko kegagalan karena lingkungan hidup mereka .mereka yang mempunyai kelainan dan mereka yang mempunyai prestasi rata-rata. Inklusi adalah suatu sistem yang di percaya dapat terwujud apabila ada pemahaman dan penerimaan dari semua staf.
Beberapa ahli mengatakan bahwa hanya dengan cara ini sekolah dapat mennjukkan sistem inklusip dimana seluruh siswa dapat berprestasi penuh dalam  pendidikan umum yang berdasarkan kurikulum eksplisit. Kurikulum eksplisit adalah kurikulum yang diperuntungkan bagi siswa pada umumnya yang tidak dapat diakses oleh para siswa yang berkelainan. Sedangkan kurikulum implisit adalah kurikulum yang termasuk didalamnya intraksi sosial dan berbagi ketrampilan yang sangat baik dipelajari bersama sama dengan siswa pada umumnya.
2.        Cara mengatasi permasalahan yang ada dalam pendidikan anak yang berkebutuhan khusus.
Untuk mengatasi permasalahan pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus,maka telah disediakan berbagai bentuk layanan pendidikann (sekolah)bagi mereka.pada dasarnya sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus sama dengan sekolah anak-anak pada umumnya. Namun kondisi dan karekteristik kelainan anak yang disandang anak yang berkebutuhan khusus, maka sekolah bagi mereka di rancang secara khusus sesuai dengan jenis dan karakteristik kelainannya.
Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
  1. Sekolah Luar Biasa (SLB)
Yaitu sekolah yang di rancang khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus dari satu jenis kelainan.
Di Indonesia kita mengenal bermacam-macam SLB,antara lain:
1)      SLB  bagian A (Khusus untuk anak Tuna netra)
2)      SLB  bagian B (Khusus untuk anak Tuna rungu)
3)      SLB  bagian C (Khusus untuk anak Tuna grahita)
Dalam satu unit SLB biasanya terdapat berbagai jenjang pendidikan mulai dari  SD,SMP, Hingga lanjutan.
b.      Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)

Yaitu bentuk persekolahan (layanan pendidikan) bagi anak berkebutuhan khusus hanya satu jenjang pendidikan SD. Selain itu siswa SDLB tidak hanya terdiri dari satu jenis kelainan saja, tetapi bias dari berbagai jenis kelainan. Misalkan dalam satu unit SDLB dapat menerima siswa tuna netra,tuna rungu,tuna daksa,bahkan siswa autis.

You Might Also Like

0 comments: