Resensi Lengkap Fahrenheit 451

Saturday, April 04, 2015 khairunnisa mustapa 0 Comments



RESENSI BUKU
Description: http://1.bp.blogspot.com/-M25eagrlXvo/UfjEFNURkWI/AAAAAAAAA80/bU99dLYJ1Ro/s320/943550_10151460298951149_264858505_n.jpg
IDENTITAS BUKU
Judul                           : Fahrenheit 451
Judul Asli                    : Fahrenheit 451
Penulis                         : Ray Bradbury
Penerjemah                  : Celcilia Rose
Penerbit                       : PT Elex Media Kumpotindo
Tanggal Terbit             :  Juni – 2013
Jumlah Halaman          : 248 Halaman
No ISBN                     : 9786020213200       
Genre                          : Distopia, Klasik, Sosial   
     
TENTANG PENULIS
Ray Bradbury (22 Agustus 1920 - 5 Juni 2012) adalah seorang Amerika fantasi , fiksi ilmiah , horor dan fiksi misteri penulis. Penulis yang terkenal karena dystopian Fahrenheit 451. Bradbury adalah salah satu yang paling terkenal abad ke-20 penulis bergenre Amerika. Dia menulis dan berkonsultasi pada banyak skenario dan naskah televisi, termasuk Moby Dick . dan terutama, itu Datang dari Luar Angkasa , dan banyak dari karya-karyanya telah diadaptasi menjadi buku komik, acara televisi, dan film.
SINOPSIS
            Guy Montag adalah seorang pemadam kebakaran yang telah sepuluh tahun bekerja di fahrenheit 451. Sayangnya, pemadam kebakaran sekarang bukan bekerja untuk memadamkan api, melainkan malah menyulut api. Ia sangat menyukai pekerjaannya membakar. Pemadam kebakaran membakar segala macam bentuk buku beserta rumah pemiliknya. Orang-orang dilarang membaca buku dan menyimpannya. Saat itu buku adalah pelangaran berat. Buku dianggap benda mati yang tak bisa memberikan kebahagiaan. Buku adalah benda yang menyesatkan .
Suatu malam saat dalam perjalanan pulang, ia bertemu tetangga baru bernama Clarisse McClellan. “usiaku 17 tahun dan aku tidak waras. Pamanku berkata bahwa dua kalimat itu harus diucapkan bersama-sama,” begitulah yang ia ucapkan saat memperkenalkan diri pada Montag. Bagi Montag, Clarisse adalah sesosok gadis cerewet yang 'berbeda' dibanding gadis-gadis seumurannya. Dan bagi clarisse, Montag adalah pria dewasa yang terperangkap dalam kebahagiaan semu. Clarisse pernah mengungkapkan bahwa dirinya dianggap aneh dan antisosial oleh teman-temannya. “aku anti sosial, menurut mereka. aku tidak membaur. Sangat aneh. Aku sebenarnya orang yang bersifat sosial. Semua bergantung pada apa yang kau maksud dengan sosial. Bukankah begitu? Sosial menurutku adalah berbicara denganmu mengenai hal apa saja seperti ini.”
Suatu ketika, kasus datang dari seorang nenek penggila buku. Alarm berbunyi, dan anggota fahrenheit 451 siap membakar. Nenek itu bersikukuh tak akan pernah meninggalkan rumahnya. Ia lebih baik mati dan terpanggang bersama buku-bukunya daripada harus menyaksikan buku-bukunya terbakar dan menjadi abu. Jiwa Montag bergetar. Ia bertanya-tanya, kenapa orang itu begitu mencintai buku? Apa yang ada didalam buku? Apakah sehebat itu kekuatan buku.
Ia lalu mendatangi faber seorang profesor dan pecinta buku yang ada pada daftar target operasi yang ia rahasiakan dari pemadam kebakaran−untuk mengajarinya soal buku dan menguak kekuatan dari buku. Ia merencanakan sesuatu dengannya untuk menghancurkan pemadam kebakaran. Sayang, sebelum pemberontakan terjadi, istri Montag melaporkan suaminya. Rumah merekapun dibakar beserta buku-buku simpanannya. Montag sendiri yang membakarnya dalam keadaan kacau. Setelah semua hangus, Montag membakar beatty−pemimpinnya di fahrenheit 451. Ia kabur membawa buku yang tersisa. Atas petunjuk faber, Montag pergi meninggalkan kota. Ia menyususri hutan lewat sungai lalu mengikuti arah rel kereta tua hingga menemukan sebuah camp yang berisi para pecinta buku dari berbagai penjuru. Mereka menyimpan semua ingatan tentang buku agar bisa diwariskan ke orang-orang dan anak cucu mereka hingga peradaban baru datang. Hingga peadaban membaca buku kembali mewarnai dunia.
BAHASA PENULIS
Bahasa penulis dalam  buku ini menggunakan bahasa yang sulit sehingga membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan terkadang penulis menggunakan gaya bahasa dan perumpamaan seperti buku terbuka yang diumpamakan sebagai merpati putih yang mengepakkan sayap, selang gas pemadam yang diumpamakan sebagai ular, dan lain lain .
KELEBIHAN BUKU
Adapun kelebihan dari buku ini yaitu:
1.      Buku ini berisi hal yang unik karena kaya diksi, perumpamaan dan ggaya bahasa. Menjadikan Indonesia ketika masa pemerintahan Suharto sebagai salah satu setting cerita.
2.      Menjadi salah satu buku yang menjadi fenomena internasional dan telah diadaptasi kedalam filim dinegara asalnya swedia
3.      Diendorse oleh media-media terkemuka di Eropa
KELEMAHAN BUKU
Novel ini penuh metafora sampai-sampai penulis kurang memperhatikan detail plot. Keadaan perang disini pun digambarkan Cuma sekedar lewat, endingnya yang nanggung. Ending dari buku ini singkat sehingga pembaca dibuat kurang puas.
KESIMPULAN
Fahrenheit 451 adalah sindiran sekaligus kritikan bagi dunia yang mengalami gagap kebudayaan. Teknologi berkembang, semua menjadi serba instan dan cepat. Hal-hal seperti duduk-duduk dan saling bertegur sapa dengan tetangga, menikmati bau bunga liar, atau memandang bintang-bintang dianggap ketinggalan zaman. Lebih parahnya lagi, membaca dianggap lambat dan boros waktu, sehingga seluruh informasi harus ditayangkan via televisi. Saking pentingnya televisi, dinding setiap rumah adalah televisi itu sendiri. Ini seharusnya menyindir kita yang kadang memiliki sebuah televisi di setiap ruangan, tapi hampir-hampir tidak ada buku di dalamnya. Semoga, ramalan Bradbury tentang sebuah dunia yang membakar buku dalam Fahrenheit 451 ini tidak menjadi kenyataan. Karena, sebagaimana kata sang pengarang: “… Membaca adalah pusat kehidupan kita. Perpustakaan adalah otak kita. Tanpa perpustakaan, kau tidak memiliki peradaban.” (hlm 224).

You Might Also Like

0 comments: