Tak akan pernah

Thursday, April 02, 2015 khairunnisa mustapa 0 Comments

Semua terjadi tanpa terbesit di benakku semuanya  akan  seperti ini.
Aku khairunnisa biasa dipanggil anny. Cukup aneh bukan. Umur ku 17 tahun. sekarang semester 1 di salah satu universitas negeri di Makassar. Yup masih maba . saat ini aku sedang mengikuti diklatsar salah satu biro di hmj jurusan ku.
Berawal dari tempat diklatsar tepatnya salah satu pantai di makassar. Awalnya biasa saja melihatnya. namun kali ini rasanya berbeda entah karena apa hal itu bisa terjadi . aku tak tahu apa namanya yang sedang saya rasakan suka , kagum,  atau entah apa itulah yang jelas semua berubah setelah sesuatu yang aneh. Aku tak bisa mendekskripsikannya. Aku terlalu jahat , mengapa saya mengatakan ini ? karena pada dasarnya  saya pernah mengatakan kepada salah satu fansnya kalau saya tidak mungkin suka atau apalah itu dengan dia. Dan sekarang saya menjilat air liur saya sendiri, terlalu menjijikkan untuk mengatakan itu. Tapi, ini nyata bukan hanya sekedar tulisan . bagaimana mungkin aku menghianati perkataan ku sendiri. Oh tuhan betapa memalukannya diriku ini.

Aku orangnya biasa saja bahkan kelewat biasa saja. Semua begitu menggangguku oh tuhan berikan aku jalan yang terbaik.
Aku tak berusaha untuk mendekatinya seperti aku tak mampu memlihatnya. teman ku yang juga kuketahui juga suka dia, aku tak masalah toh dia bukan siapa- siapa aku dan tdak akan menjadi apa-apaku. Semua telah berlalu dan berharap semua hilang di telan bumi , tapi justru perasaan itu semakin hari dan semakin bertambah, aku tak sanggup untuk menahan perasaan ku , mau bagaimana lagi aku hanya diam dan memperhatikannya dari jauh. Setiap aku berjalan mendekatinya, dia seperti tak melihat ku segitu buruk kah aku di matanya ? . apa salahku ?, padahal malam itu dia sangat baik, aku takut itu hanya muka dua yang dia tampilkan dan inilah sosoknya yang sebenarnya.
Ketika hujan turun baun khas tanah yang selalu kurindukan menyeruak dalam hidung, kenangan akau hujan kembali berputar dalam otak ku. Mungkin kah ? pertanyaann yang aku pastikan jawabaanya tidak, dia yang ku harapkan dapat membantuku untuk meghilangkan rasa lebih ku telah memasang pembatas yang tidak bisa ku gapai lagi, mana  sosok mu yang dulu. Aku butuh kamu saat semua seperti ini , iyya aku egois seperti yang kamu bilang dulu “ kamu itu cewe egois, ngak peka gue itu sayang ama loe, tapi loe seakan menutup mata dan telinga loe selama ini, napa sa’ ?, ada yang salah dari gue sehingga loe bersikap sepertiini”. “ bukan salah siapa-siapa” gumamku . “ terus maksud kamu sekarang  apa?, kamu datang memberi ku harapan. Dan sekarang lihat, kamu sendiri yang menutup harapan itu begitu saja ? tidak ada yang ingin kamu jelaskan, mengapa ? hal ini bisa terjadi ?
“maaf al” . “haaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriaknya frustasi sambil berbalik meninggalkan ku .
Flashback end.
Suara tercekat tak mampu kusembunyikan begitu sakit melihat orang selama ini kamu sayang terluka di depan matamu karena  kesalahan mu. “mulut mu adalah doa mu “ tukas teman ku saat aku kembali bernostalgia . iyya ini salah ku, maaf ak. Ini mungkin yang kamu maksud karma karena telah menyiakanmu.  “Hikssss hiksss…” aku merasakan ada yang melihatku di belakang. Aku menoleh dan ternyata dia. Dia yang beberapa hari ini selalu mendekatiku dan membuatku menaruh curiga padanya.  pandangannya kepadaku berubah, entah apa yang berubah tapi aku merasakannya . oh tuhan ada apa ini ?.
“Napa sa?, ko nangis”. Tanyanya sambil medekat. “Ngak papa ko fa” kilahku sambil menunduk.  “ kalau udah mau bicara aku siap untuk mendengar ko sa , aku tunggu ya , jangan sungkan-sungkan ya .” ujarnya sambil mengulas senyum manis dan kemudian  berlalu meninggalkan.
Kali ini aku bukan cewe yang tak peka lagi. Aku jelas tau apa yang tersirat dari matanya aku pernah melihat itu di wajah seseorang yang aku sia-siakan . al’ pa ini yang harus kulakukan membuka mata pada orang yang memang sudah tersirat di matanya bagaimana rasa sayang nya ppada ku.  Ak apa kabar kamu ?. gumaamku berbisik saat kulihat punggungnya sudah hilang di pertigaan pintu kampus, apa itu yang akan menggatikan posisi mu. Oh tuhan.  terus apa kamu sudah lupa aku, al’ ?. kujalani hari ini dengan hati yang lebih terbuka. “satu pesan ku pada mu sa’. Saat kau melihat rasa itu jangan kau ulangi lagi seperti ini, karena. Kau harus tau. rasanya sakit sa’ saat kau memberikan seseorang harapan palsu, atau entah apa itu lah. Pesanku hargai perasaan siapa pun yang akan bersamamu di hari esok !.” ucapan itu terngian dikepala ku. Mungkinkah aku bias melupakan mu al’ terlalu sering ku menyakitimu , hingga aku tak mampu melupakan mu. Al aku bodoh dan bodohnya lagi aku meninggalkan mu karena dia, dia yang lebih menyayangimu dan dia lebih dari aku all’ mungkin ini tak akan terjadi jika aku bias jujur pada sahabat ku . semua tak akan berakhir menyakitkan seperti ini. Kau, dia dan orang itu. Adalah orang yang aku sayang.
End.

You Might Also Like

0 comments: