Miss The Moment

Thursday, April 02, 2015 khairunnisa mustapa 0 Comments



Setiap malam saya selalu berada di tempat yang sama, yaitu di tempat untuk melihat bintang. Setiap melihat bintang serasa melihat wajahmu yang tersenyum. Yang kutanyakan mana senyum itu sekarang ? semua telah hilang karena kesalahan ku. Maaf ! pertanyan ku sekarang kenapa harus secepat itu kamu lupa aku ?,  bahkan jika aku pun berada di sekitar mu kamu bahkan menganggap aku tidak ada. Aku tak tahu kenapa kamu berubah cepat sekali . kalau aku salah, katakan sesuatu .
jangan sakiti aku dengan cara membisu . melankolis ? iyya aku emang melankolis . aku serius sama kamu, tapi apa ? kamu hanya mempermainkan perasan ku ! kamu tahu ?.. sakit akmal , sakit . tak ada yang bisa menggambarkan sakitnya . aku memang bukan siapa-siapa ! dan tidak akan menjadi siapa-siapa ! aku tahu bahkan sebelum kamu mengatakan apapun . aku sadar akan diriku. Aku tahu dan sadar kalau aku hanya mampu memendam dan aku pun tahu kamu tahu akan rasa ini .
saat aku dengar langsung dari teman kamu ktentang rumor aku suka sama kamu. Kamu tahu apa yang aku rasakan ? . kecewa ! ternyata selama ini kamu tahu perasaan ku, dapat kusimpulkan, kamu menjauhiku karena kamu ngak suka kalau aku suka kamu. Aku mengerti kalau itu mau mu tapi kenapa kamu harus cerita ke orang lain, akmal. kapan kamu akan merasakan sakit yang aku rasakan . sakit akmal sakit !. bahkan sahabat sendiri mengatakan aku bodoh ! . kenapa aku bodoh ?! karena aku masih selalu mengingat kamu dan selalu menangis karena kamu ! aku memang bodoh dan bodohnya aku tidak tahu apa yang harus saya lakukan. rasa ini sudah beku !. entah siapa yang akan mecairkanya ? terkadang saya  merasa bosan akan hidupku yang hanya penuh kata kamu. Aku selalu kecewa melihat kamu dekat  dengan siapa pun .
kamu tak tahu rasanya saat pertama kali lihat kamu setelah sekian lama tak melihat kamu ! rasanya senang  dan rasanya tidak ada yang mengalahkan .  dan kamu tahu aku berharap kamu pun akan menyapa ku tapi lagi Cuma sakit hati yang ku dapatkan, terkadang aku berpikir apakah aku serendah itu ? bahkan untuk meyapa pun kamu enggan . aku Cuma bisa mengelus dada ku yg selalu sakit karena mu .

You Might Also Like

0 comments: